Melayani Pengiriman ke seluruh propinsi se Indonesia. Pembayaran via transfer bank BNI / MANDIRI. Pengiriman Barang via JNE / TIKI. For order, Contact us : Hp/Wa : 082 187 687 818 Pin BB: 2BA4E8BB, SEMUA PRODUK KAMI JAMIN 100 % ASLI, NO REJECT, NO EXPIRED!!
* Harga Yang Tertera = Harga Tetap (Fix).
* Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim. Kecuali barang yang ada keterangan gratis ongkos kirimnya.
* Pembayaran hanya melalui Transfer bank Mandiri / Bni.
* Pengiriman Barang Hanya Melalui Jne / Tiki. Sorry, NO COD berlaku mulai tanggal 16 Agustus 2016.

PENTING!
Para pembeli yg terhormat, Sebelum membeli Silahkan Baca Cara Order dan Aturan Berbelanja Di Toko Kami.
Semua yg beli berarti sudah setuju Aturan toko kami dan tanpa paksaan, harap budayakan
MEMBACA SEBELUM MEMBELI. Komplain yg tdk sesuai aturan toko kami, tidak akan dilayani.

Format Order :
Nama Anda, Nama Kecamatan, Nama Barang, Jumlah, Dan Keterangan barang lainnya seperti Paket A/B/C,
Warna,Sachet/Botol, Ukuran Minus/Normal, Ukuran berat (Jika Keterangan Produk Terdapat beberapa pilihan).

Jika tidak sesuai Format diatas maka Maaf sebesar2nya, kami tidak akan merespon pesanan. Tujuan kami agar
semua pesanan bisa kami respon & proses dgn cepat & Kami mengutamakan Pembeli Yg serius akan membeli.

BIG THANKS AND GRATITUDE FOR ALL YOUR CONSIDERATION TO FOLLOWING THIS RULES :)

Order / Ask :
WA / SMS : 082 187 687 818
Pin BB : 2BA4E8BB

Ird Olshop
(Olshop Terpercaya sejak Desember 2010)

>

Nonton Video Porno Berpotensi Gangguan Jiwa





Tidak percaya dengan judul diatas? Simak apa kata dokter spesialis kedokteran jiwa berikut ini, dr. Andri, Sp.KJ:



Banyak pendapat ahli bermunculan, dari ahli agama sampai ahli pendidikan dan perkembangan anak menanggapi masalah peredaran pornografi dan video porno di Indonesia. Sesuatu yang bukan konsumsi publik menjadi terbuka segamblangnya di media internet yang saat ini sudah merambah ke desa-desa. 

Belum lagi kekhawatiran sebagian orang tua tentang anaknya  yang juga bisa menikmati tontonan tak layak usia anak ini. Semua karena akses internet saat ini begitu mudah.

Sebagai seorang psikiater saya lebih menyoroti tentang beberapa istilah yang dipakai di ruang publilk oleh para ahli. Ada istilah yang kemudian muncul yaitu Scopophilia. 

Istilah ini sebenarnya jarang digunakan di dalam ranah ilmu kedokteran jiwa. 
Di dalam manual diagnostik gangguan jiwa terbitan The American Psychiatric Association istilah Voyeurism adalah istilah yang sama dengan Scopophilia.

Apa itu Scopophilia? Dan bagaimana video porno dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang? 

Berikut penjelasannya:

Voyeurisme atau Scopophilia, Apakah Kita Termasuk Di Dalamnya?

Dalam buku teks Kaplan & Sadock's Synopsis of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry, 10th Edition (2007)  disebutkan bahwa Voyeurism atau juga dikenal Scopophilia adalah seseorang yang mempunyai preokupasi (kecenderungan sikap) yang terus menerus secara fantasi maupun tindakan untuk mengamati (observing) orang-orang yang telanjang atau sedang melakukan aktifitas seks. 

Dalam konteks ini terlihat bahwa ada proses mengamati dan bukan ikut aktif di dalam kegiatan seks tersebut.

Dahulu semasa kuliah saya ingat betul ada seorang dosen mengatakan bahwa Voyuerism berasal dari kata Perancis, Voyeur,  yang mana istilah ini merujuk pada suatu kegiatan “mengintip”, “memata-matai (spying)” suatu kegiatan seksual, membuka baju atau senang mengamati orang telanjang. 

Jadi hal ini dilakukan diam-diam tanpa sepengetahuan dari objek yang dilihatnya. Kondisi ini biasanya didiagnosis setelah berlangsung sekurangnya 6 bulan. 

Tentang apa yang dilakukan oleh pelaku dalam video panas mirip artis ini sampai saat ini saya belum dapat menemukan kriteria diagnosis yang pas. 

Namun yang saya amati adalah bahwa tanpa disadari, kita sendiri menjadi penasaran dan terus mencari video panas ini, tujuannya untuk melihat apakah benar apa yang diberitakan media. Tanpa disadari kita juga mulai melakukan kegiatan yang sekiranya mirip dengan diagnosis gangguan jiwa voyeurism, mengamati orang lain bersenggama dan bahkan (mungkin) asyik menikmatinya.


Kita tanpa sadar menuduh orang lain dengan segala macam bentuk gangguan kejiwaan tanpa sadar bahwa kita sendiri melakukan perbuatan yang mengarah ke suatu diagnosis gangguan kejiwaan. 

Semoga kondisi ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Dikutip dari : KlikDokter.com




ARTIKEL LAINNNYA:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Barang Yang Diminati